Cara Cek Kondisi Transistor dan Menentukan Jenisnya

Transistor dalam dunia elektronik sangatlah populer sekali bahkan transistor ini berperan sangat penting sekali.melihat fungsi transistor adalah dimana transistor ini akan menentukan sekali dalam rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai jangkar rangkaian atau sebagai switch penghubung. transistor sendiri memiliki sifat semi konduktor yang mempunyai 3 kaki yang dimana setiap kaki-kaki transistor mempunyai nama atau nilai sendiri yaitu E untuk emitor, B untuk basis dan C untuk kolektor. dalam berbagai rangkaian transistor mempunyai fungsi sendiri-sendiri misal kalau dipakai di rangkaian amplifer sebagai penguat akhir, untuk stabiliser tegangan dan banyak lagi fungsinya tergantng dengan rangkaian apa yang dipakai

Dalam beberapa susunan Transistor dapat dibedakan menjadi dua bagian hal ini tergantung pada rangkaian apa yang akan digunakan. 2 jenis tersebut adalah transistor PNP dan transistor NPN. untuk simbolnya seperti gambar dibawah ini
Cara Cek Kondisi Transistor dan Menentukan Jenisnya-blog kang miftah
Kalau kita sudah paham apa itu transistor sekarang bagaimana cara mengetahui atau menentukan kaki-kaki transistor itu sendiri. mungkin akan terasa sulit juga karena jenis bentuk transistor sangat banyak sekali beredar dipasaran, namun setidaknya kalau kita paham langkah-langkah dasar menentukan transistor semua akan mudah saja.
Disini saya hanya ingin berbagi pengetahuan dasar saja. yaitu menentukan kaki-kaki transistor apakah transistor PNP atau bisa juga NPN. sebetulnya untuk menentukan hal ini dengan menggunakan aplikasi android yang sudah saya bagikan kemarin sangat mudah dipahami. kalau mau menggunakan aplikasi ini silahkan buka halaman Cara mudah mengetahui kapasitas resistor. aplikasi ini banyak sekali manfaatnya, bukan hanya menentukan kapasitas transistor saja namun juga bagaimana merakit stabiliser menggunakan transistor dan resistor.
Sebagai awal pemahaman cara mengetahui kondisi transistor PNP atau NPN kita harus paham dulu dengan alat ukur multimeter. kalau anda belum paham silahkan buka halaman Menggenal Dasar-Dasar MULTIMETER / AVOMETER. kalau anda sudah paham dengan dasar-dasar multimeter silahkan ikuti terus cara menentukan transistor pnp dan npn.

Cara Cek Kondisi transistor jenis NPN :

  1. Atur Selektor Multimeter ke arah Ohmmeter.
  2. Lalu pilih skala pada batas ukur X 1K.
  3. Selanjutnya hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
  4. Jika multimeter menunjuk arah ke angka tertentu biasanya sekitar 5-20K berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor dalam kondisi rusak atau putus B-C.
  1. selanjutnya lepaskan kedua probe tadi selanjutnya hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
  2. Jika jarum multimeter tidak tidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak atau bocor tembus B-C.
  1. Hubungkan kembali probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
  2. Jika multimeter menunjuk ke angka sekitar 5-20K berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak atau putus B-E.
  1. lalu lepaskan kembali kedua probe kemudian hubungkan kembali probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
  2. Jika jarum multimeter tidak menunjukkan apa-apa atau jarum tidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor dalam keadaan rusak atau bocor tembus B-E.
  1. Sekali lagi untuk memastikan transistor, silahkan hubungkan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
  2. Jika jarum multimeter tidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
pada praktek pengecekan diatas kolektor diusah dicek sudah bisa menentukan, beberapa tahap diatas sudah bisa menentukan jenis transistor NPN. sekarang berlanut ke pengecekan transistor PNP

Cara Cek Kondisi transistor jenis PNP:

  1. Seperti langkah diatas Atur Selektor Multimeter ke arah Ohmmeter.
  2. Lalu pilih skala pada batas ukur X 1K.
  3. Selanjutnya hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
  4. Jika multimeter menunjuk ke angka sekitar 5-20K berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
  1. Kemudian lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
  2. Jika jarum multimeter tidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
  1. Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
  2. Jika multimeter menunjuk ke angkasekitar 5-20K berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
  1. Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
  2. Jika jarum multimeter tidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
  1. Hubungkan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
  2. Jika jarum multimetertidak bergerak berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.

3 komentar:

  1. nice note guys, if anyone need other reference in Bahasa Indonesia for deep learning, please try visit here

    http://gatewawan.blogspot.com/2014/08/menentukan-jenis-dan-kondisi-transistor.html

    thanks

    BalasHapus
  2. Terimakasih , sangat membantu

    BalasHapus